Notification

×

Iklan

Iklan

Sebuah sekolah menerima bahwa siswanya yang memiliki masalah keuangan membayar uang sekolah dengan kelapa | Harian Metro

Jumat, 11 Desember 2020 | Desember 11, 2020 WIB Last Updated 2020-12-11T21:16:39Z


Bali, Harian Metro | Hingga saat ini, ada banyak inisiatif oleh perusahaan untuk membantu pengguna membayar biaya untuk layanan tertentu yang pembayarannya terpengaruh oleh krisis yang ditimbulkan oleh Covid-19 . Namun inisiatif seperti yang dilakukan oleh akademi pariwisata di Bali belum pernah terdengar.  

Perusahaan Pariwisata Venus One di Gianyar, Indonesia, mulai bulan Maret menerima pembayaran uang sekolah, bahwa siswanya yang memiliki masalah keuangan mengirimkan produk alam tertentu . Bahan seperti daun kelapa atau daun kelor atau pegagan diterima oleh akademi untuk membuat elemen seperti minyak kelapa, sabun herbal atau produk turunan lainnya.

Dengan cara ini, pusat pendidikan berusaha memaksimalkan jiwa wirausaha siswanya dengan menyuplai bahan baku ke akademi, kata Wayan Pasek Adi Putra, ketua akademi, kepada  Balipuspanews. 


“Awalnya, pembayaran SPP terdiri dari tiga cicilan, pertama 50%, kedua 20%, dan ketiga 30%,” komentar sutradara seraya menjelaskan: “ Karena pandemi Covid-19 ini, kami menawarkan polis fleksibel . Karena kami memproduksi virgin coconut oil, mahasiswa bisa membayar SPP dengan membawa buah kelapa, ”ujarnya kepada media tersebut. 


Pasek Adi Putra meyakinkan bahwa inisiatif ini tidak hanya berfungsi untuk membiayai studi mereka: "Banyak siswa yang membawa kelapa. Kami meningkatkan kewirausahaan. Kami mengajari mereka cara aktif menghadapi pandemi ini ." Selain itu, nantinya materi yang disampaikan digunakan untuk membuat produk baru yang bisa dijual sendiri oleh mahasiswa di kampus. 


“Betapa pentingnya memahami potensi biologis yang ada di sekitar kita. Nanti ketika pandemi ini berakhir, siswa kita akan kembali ke dunia perhotelan dengan pendekatan yang berbeda ,” kata Wayan Pasek Adi Putra. 


Pusat pendidikan telah mengetahui cara beradaptasi dengan keadaan yang saat ini dialami di dunia akibat virus corona , tidak hanya membantu siswanya dengan inisiatif seperti ini, tetapi juga menyesuaikan kelas, menjamin keselamatan siswa dan staf pengajar setiap saat . 

×
Berita Terbaru Update