Notification

×

Iklan

Iklan

Indonesia melakukan pilkada selama pandemi | Harian Metro

Kamis, 10 Desember 2020 | Desember 10, 2020 WIB Last Updated 2020-12-11T01:46:01Z

 


JAKARTA, Indonesia (Harian Metro) - Indonesia terus maju dengan menggelar Pilkada yang sebelumnya ditunda pada Rabu, meskipun ada kekhawatiran tentang hal itu di tengah pandemi yang sedang berlangsung.


Setidaknya 105 juta orang berhak memilih dalam pemilihan yang diadakan untuk memilih sembilan gubernur, 37 walikota dan 224 bupati di 270 daerah. Pemungutan suara semula seharusnya diadakan pada bulan September tetapi ditunda karena virus dan banyaknya penyelenggara yang sakit.


Pemungutan suara dilakukan hanya beberapa hari setelah Indonesia mencatat peningkatan harian tertinggi dalam kasus virus baru sejak pandemi dimulai - lebih dari 8.000.


Pandemi memengaruhi logistik pemungutan suara. Masker diperlukan untuk pemilih dan petugas pemungutan suara. TPS dibuka lebih awal dari biasanya dan setiap pemilih diberi waktu yang dijadwalkan untuk memilih.


LaporCOVID-19, koalisi komunitas non-pemerintah yang mengumpulkan data tentang pandemi, telah menyerukan agar pemilihan ditunda lagi.



Mengadakan jajak pendapat di tengah "pandemi COVID-19 yang tidak terkendali membuktikan bahwa pemerintah mengabaikan kesehatan dan keselamatan warganya," kata Irma Hidayana, co-inisiator LaporCOVID-19.


Kelompok itu mengatakan pihaknya melacak 76 kandidat dalam pemilihan yang tertular virus dan empat yang meninggal.


Dida Ridwansyah, seorang pemilih di Tangerang Selatan, mengatakan tidak khawatir dengan pandemi tersebut dan merasa pemungutan suara harus diadakan.


“Jika berbicara tentang pandemi, kami tidak bisa memprediksi kapan akan berakhir. Selama kita bisa menerapkan protokol kesehatan, itu akan berjalan dengan baik. Sebagai orang Indonesia, Pilkada ini harus kita dukung, ”kata Ridwansyah.


Juru bicara Satuan Tugas Mitigasi COVID-19 Nasional Wiku Adisasmito mengatakan bahwa mematuhi protokol kesehatan akan menjadi kuncinya.



“Pilkada ini baru bisa dikatakan berhasil jika dilaksanakan dengan menegakkan protokol kesehatan sehingga tidak ada penularan kasus baru,” kata Adisasmito


Indonesia, negara terpadat keempat di dunia, telah melaporkan lebih dari 586.000 kasus virus sejak pandemi dimulai dengan 18.000 kematian, terbesar di Asia Tenggara.


×
Berita Terbaru Update